Esensi Baldatun Thoyyibatun Wa Rabbun Ghofur Bagi Kota Depok

Assalamu’alaikum Wr.Wb

Maasyirol muslimin wa dzumrotal mu’minin rohimakumullah.

Sejak 15 abad yang lalu atau lebih, Allah SWT menurunkan petunjuk bagi seluruh ummat manusia dengan menurunkan Al-Qur’anul karim, yang diturunkan kepada atau melalui baginda Rosulillah Muhammad SAW untuk disampaikan kepada ummat manusia. Secara lengkap, secara komprehensif dan secara terpadu, seluruh ajaran-ajaran untuk kehidupan manusia dengan berbagai fasilitasnya disempurnakan oleh Allah SWT dalam kitab suci Al-Quranul karim.

Antara lain bagaimana Allah SWT menjelaskan sebuah pembangunan yang mesti dilakukan atau diwujudkan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, tidak hanya sebagai penjelasan norma-norma teoritis, tetapi Allah dengan sengaja memberikan ilustrasi dengan jelas. Contoh yang kongkrit tentang norma teoritis bagaimana seharusnya sebuah Negara atau sebuah kota yang lebih kecil diwujudkan. Surat saba ayat 15 salah satunya, Allah SWT menjelaskan : “Sungguh pada negeri kaum saba yang kini berada di jazirah arabiyah persisnya tepatnya berada dinegara yaman. Di negara penduduk Saba ada tanda-tanda kekuasaan Allah SWT, negeri ini atau Kota ini dilengkapi dengan dua buah taman yang tidak hanya rindang ataupun memberikan keteduhan, kesejukan tetapi memberikan buah-buahannya yang ranum setiap saat.

جنتان عن يمين وعن شمال

“ Jannataani an yamiinin wa Syimaalin”.

Berbagai fasilitas diberikan oleh Allah SWT pada negeri ini, lalu memerintahkan bersyukurlah kalian, makanlah karunia Allah yang dilimpahkan yang diberikan pada negeri ini, bersyurkurlah pada Allah SWT sang pemilik, sang pemberi fasilitas, sang pemberi rahmat, anugerah kesejahteraan pada negeri ini.

بلدة طيبة ورب غفور

“baldatun thoyyibatun wa rabbun ghofuur”

sebuah negeri yang indah yang bagus yang baik dan Allah SWT Maha pengampun kepada para penduduk negeri ini.

Para hadirin sidang Jum’at Rahimakumullah

Kalau pada saat sekarang ini dinegara kita mengenal istilah Adipura tetapi Islam telah mengajarkan 15 abad yang lalu tentang bagaimana negeri yang dicita-citakan yang sejahtera yang dikehendaki oleh Allah SWT.

“ Baldatun Thoyyibatun” menurut sebagian Ahli Tafsir Qur’an (Mufassirin) diantaranya Al-imam At-Thobari dalam kitabnya dijelaskan “Baldatun Thoyyibatun Ya’ni laa Baudhota fiiha, walaa dzubaaba fiiha, walaa wi’jaaja fi thoriiqiha, (Negeri yang baik adalah Kota itu tidak terdapat seekor lalat, tidak terdapat seekor nyamuk dan jalan-jalannya tidak terdapat jalan yang kumuh, menggambarkan bahwa infrastruktur dan suasana lingkungan hidup di negeri ini sangat baik, teduh, sejuk. “Wa Robbun Ghofuur”, bagaimanapun pelaksanaan sebuah negara, sebuah negeri, sebuah kota tidak lepas dari kesalahan dan dosa.

Tetapi rasa syukur itu harus diwujudkan, karena itulah Allah SWT menutup ayat ini dengan kalimat “Wa Robbun Ghofuur”. Allah SWT senantiasa memberikan kemaafan, senantiasa memberikan maghfiroh atau ampunan atas segala kekurangan, kesalahan bahkan mungkin dosa-dosa yang dilakukan.

Para Hadirin Sidang Jum’ah Rohimakumullah.

Secara fisik Allah SWT menjelaskan bahwa negeri yang bagus yang dikehendaki juga oleh Allah SWT sebagaimana yang juga kita harapkan adalah sebuah negeri yang dilaksanakan pengelolaan infrasturkturnya dengan baik. Selain itu Allah SWT juga menginginkan selain Infrasturktur yang baik juga lingkungan hidupnya yang baik.

Rasulullah SAW sering memberikan terjemahan terhadap ayat ini, dengan pesan-pesan beliau tentang kebersihan, karena awal daripada pemeliharaan lingkungan hidup adalah dengan budaya hidup bersih. Rasulullah bersabda yang artinya : “Bersihkanlah halaman rumah kalian dan jangan kalian meniru sikap perilaku orang yahudi”.

Begitu Rasulullah SAW ketika melihat masyarakat yahudi pada zaman itu, dimana mereka tidak membersihkan halaman rumahnya, karenanya Rasulullah menghendaki umat Islam, orang-orang Islam, pengikut Rasulullah SAW minimal memberikan perhatian pada kebersihan lingkungan hidupnya sendiri .

Bahkan Rasulullah SAW memberikan ancaman yang keras pada mereka yang suka merusak lingkungan. “ Ada tiga golongan yang dilaknat Allah dan dilaknat malaikat serta tentunya dilaknat oleh seluruh umat manusia, yaitu yang utamanya adalah mereka yang suka merusak lingkungan, aliran saluran air yang bisa dimanfaatkan oleh orang lain.

Para Hadirin Sidang Jum’at yang berbahagia Rahima kumullah

Demikian juga untuk mewujudkan Baldatun toyyibatun, hendaknya kita perhatian pada tata Kota yang baik dan penyelenggaraan pemerintahan yang baik serta kita mempunyai aturan perundangan atau sering yang kita dengar dengan regulasi.

Para Hadirin Sidang Jum’at yang berbahagia Rahima kumullah

“Wa Robbun Ghofuur”, aspek yang kedua bagaimana Allah SWT menurunkan rahmat-Nya, terus menerus semakin pandai kita bersyukur semakin Allah SWT sayang kepada kita, semakin Allah SWT menambah karunia anugerah-Nya kepada kita, makanya diperlukan pembinaan dan bimbingan kerohanian spritualitas warga penduduk setempat.

Karena kisah dari sebuah negeri saba dari warga saba ini diakhiri dengan kehancuran, diakhiri dengan sebuah ketiadaan, musnah negeri ini, karena mereka mendustai ajaran Allah SWT. Karena mereka enggan untuk mengamalkan arahan-arahan dari para rasul utusan Allah SWT yang disampaiakan kepada mereka, sehingga mereka ditimpa sebuah bencana, musibah yang besar, yaitu bagaimana negeri ini ditenggelamkan oleh Allah SWT karena berada ditepi laut, Naudzubillahi min dzalik.

Untuk itulah Rasulullah SAW mengajarkan kepada kita agar selalu ingat akan kisah ini, dan kita juga selalu ingat untuk terus melakukan kebaikan-kebaikan sekecil apapun yang bisa kita lakukan.

Rasulullah SAW mengajarkan sebuah do’a :

االهم اصلحلي ديني الذي هو عصمة امري

“Allahumma Ashlihlii Diinilladzii huwa ‘ismatu amrii”

(Ya Allah perbaikilah kehidupan agamaku yang merupakan benteng bagi kehidupanku)

و اصلحلي دنياي الذي فيها معا شي

“Wa ashlih lii dun yaa ya alladzii fiiha ma’assyii”

(perbaikilah ya Allah kehidupan duniawiku, yang merupakan tempat kehidupanku)

واصلحلي اخرتي الذي اليها معا دي

“ Wa aslih lii aakhirota alladzii ilaihaa maadii”

(Perbaikilah Ya Allah kehidupan ukhrowiku yang merupakan tempat peristirahatan terakhirku), “

واجعل الحياة زيا دة لي في كل خير

“Waj alil hayaata ziyaadatan lii fii kulli khoir”

(Dan jadikanlah setiap langkah-langkah kehidupanku adalah tambahan kebaikan-kebaikan disisi Mu)

واجعل الموت راحة لنا من كل شر

“Waj alil mauta roohatan lanaa min kulli syarrin”

(dan jadikanlah akhir kehidupanku merupakan waktu peristirahatanku dalam kehidupan ini).
Dari Sabda Rasulullah SAW setidaknya ada empat sampai lima aspek yang harus kita perhatikan.

Aspek pertama ; kita perbaiki kehidupan agama kita, pemahaman agama kita, pengamalan terhadap agama kita.

Aspek kedua ; kita perbaiki aspek kehidupan kita, pola hidup kita, cara kita mencari nafkah yang baik dan benar, media-media fasilitas kita gunakan untuk menapak rezeki yang Allah berikan kepada kita.

Aspek ketiga ; kita juga harus memberikan perhatian pada aspek pembinaan kehidupan ukhrowi kita, agar selalu kita ingat akan aspek yang keempat bahwa ada kehidupan kebahagiaan hakiki berada pada kehidupan akhirat sehingga seluruh aspek kehidupan kita merupakan tambahan kebaikan demi kebaikan baik ibadah spiritual kita pada Allah SWT maupun ibadah sosial kita.

Karena Rasulullah SAW juga menjelaskan pada kita ; satu kebaikan kita untuk kehidupan kita, kehidupan masyarakat ini bisa bernilai I’tikaf berdiam berdzikir dimasjid nabawi selama satu bulan, tidak ada mungkin diantara kita yang melakukan I’tikaf dimasjid nabawi selama satu bulan tapi Rasulullah SAW begitu mengingatkan kita ada satu pahala yang sama pahalan dengan I’tikaf satu bulan di masjid nabawi yaitu satu kebaikan yang kita berikan kepada kehidupan masyarakat kita.

Mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik hidayah, inayah bimbingan kemudahan kepada kita untuk selalu kita meningkatkan amal-amal kita baik ibadah yang terkait dengan spiritual kita pada Allah maupun amal-amal pada sosial kita.

Wassalamu’alaikum Wr.Wb

(Catatan Khutbah Jum’at di Masjid Al-Ikhlas Jl.Kartini Gang Texas, Kecamatan Pancoran Mas, 15 September 2017)

 

 

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *