Pemkot Depok Fokuskan Pembangunan Infrastruktur

Depok – Kota Depok menguatkan pembangunan infrastruktur untuk tahun 2017 ini. Beberapa infrastruktur yang siap dibangun diantaranya adalah alun-alun yang akan dibangun di komplek Grand Depok City, Kecamatan Cilodong, Kota Depok, Jawa Barat.

Pembangunan alun-alun ini, termasuk kedalam janji kampanye Wali Kota Depok Mohammad Idris dan Wakil Wali Kota Depok Pradi Supriatna pada masa jabatan 2016-2021. Alun-alun seluas tiga hektare (ha) ini akan dibangun pada 2018.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris, mengatakan, pada tahun ini pembelian dan pembebasan lahan alun-alun akan dilakukan. Dana sebanyak Rp 160 miliar siap dikucurkan untuk pembebasan lahan tersebut.

“Kami undang warga Depok untuk berlomba mengirimkan desain alun-alun. Kami ingin masukan warga Depok seperti apa alun-alun yang menjadi keinginan warga,” kata Idris di sela kegiatan Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) tingkat Kota Depok, di Hotel Bumi Wiyata, Depok, Jawa Barat, Rabu (15/3).

Dikatakan Idris, pada tahun ini, Pemkot Depok memfokuskan pada pembangunan infrastruktur. Dengan APBD 2017 sebesar Rp 3 triliun, pembenahan juga akan dilakukan untuk pencegahan banjir, penataan garis sempadan situ dan sungai, dan penanggulangan kemacetan.

“Banyak keinginan namun kami memiliki keterbatasan. Disinilah diperlukan kinerja maksimal kami untuk mewujudkan keinginan warga Depok” tutur Idris.

Sementara itu, Doktor Ilmu Sosiologi Universitas Indonesia, Wahidah R Bulan, menuturkan, pembangunan yang dilakukan Pemkot Depok sejatinya tidak melulu hanya memfokuskan pada bidang fisik tapi juga tidak boleh melupakan pembangunan di bidang sosial. Sejumlah pembangunan fisik dan infrastruktur yang dilakukan nantinya pasti akan diisi oleh warga Depok itu sendiri.

“Jangan warga didorong beradaptasi terhadap pembangunan fisik tapi seharusnya pembangunan fisik yang dilakukan itu harus memperhatikan kebutuhan warga. Tidak melulu kebutuhan fisik. Ketika ruang fisik sudah ada maka akan diapakan fisik itu. Tentu harus diisi dengan kegiatan sosial yang melibatkan manusia yang ada di dalamnya. Sebab kebutuhan manusia tidak melulu fisik,” tutur Wahidah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *