Pentingnya Ibadah Ritual dan Ibadah Sosial Bagi Masyarakat

السلام عليكم ورحمة الله و بركا ته

معا شرالمسلمين رحمكم الله

Pada saat ini kita masih berada di bulan Muharram dimana secara catatan sejarah bulan Muharram bagi peristiwa hijrah sebenarnya merupakan persiapan untuk dilakukan sebuah peristiwa besar yang dilakukan oleh baginda Rasulullah SAW atas perintah dari Allah SWT. Pada saat Rasulullah SAW tiba pertama kali di Kota Madinah beliau mengarahkan dan memberikan bimbingan kepada seluruh warga masyarakat Madinah, dan hadits ini diriwayatkan oleh seorang sahabat nabi yang dia adalah mantan pendeta pemuka yahudi yang ketika saat pertama kali melihat baginda nabi Muhammad SAW yang wajahnya bersinar segera dia bersyahadat. Di Kisahkan ketika Rasulullah SAW sampai di masjid Quba, sahabat nabi yang baru saja muallaf tersebut beliau mendengarkan sekaligus meriwayatkan langsung pesan-pesan Rasul tentang hijrah, pesan-pesan langsung tentang bulan Muharram dan sekaligus pesan-pesan pada peristiwa hijrah Rasulullah SAW. Rasulullah SAW Bersabda :

ايهاالناس افشوا السلام واطعمواالطعام وصل الارحام وصلوا بالليل والناس نيام تدخلواالجنة بسلام

“ Ayyuhannaas (wahai manusia, karena yang dihadapi saat itu adalah muslim dan non muslim)

Wahai sekalian manusia, sebarkan salam, sebarkanlah kerukunan hidup, sebarkanlah kedamaian, yang merupakan kunci dari pada wujud rasa aman dan nyaman bagi kehidupan. Tarolah bagi seorang mu’min salam merupakan ucapan khusus yang special yang memang diajarkan oleh Allah SWT yang akan diucapkan oleh para ahli surga kelak dalam surga Nya Allah SWT

تحيتهم فيها السلام

(ucapan selamat mereka dalam surga adalah السلام عليكم ورحمة الله وبركاته )

Dalam hadits ini Rasulullah SAW menyatakan hendaknya warga masyarakat Madinah pada saat itu yang terdiri dari lintas agama untuk mewujudkan kedamaian. Untuk itulah Rasulullah SAW setelah membangun masjid Nabawi beliau langsung membuat peraturan perundangan yang bisa mencakup seluruh kehidupan umat beragama yang ada saat itu, Untuk itulah masyarakat Negara Madinah dikenal dengan Negara lintas agama, suku dan bangsa yang aman dan damai.

Ma’asyirol muslimin rohimakumullah

Selanjutnya Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk  واطعموا الطعام

Berikanlah makanan, berilah sedikit dari rezeki yang diberi Allah kepada orang yang tidak mampu disekitar kita, agar kebahagiaan kita juga dirasakan oleh orang-orang yang tidak mampu. Itulah yang dicontohkan oleh Rasulullah SAW. Dan karenanya pula pada bulan Muharram ini kita dianjurkan untuk memuliakan anak-anak yatim dikenallah diindonesia Istilah lebaran anak yatim tanggal 10 muharram.

Selanjutnya Rasulullah SAW memerintahkan kita untuk  وصل الارحام

tidak cukup bagi kita untuk hanya memberikan makan dan sebagian rezeki kepada orang-orang yang tidak mampu disekitar kita, tetapi lakukanlah silaturahmi atau hubungkan tali persaudaraan diantara kita, silaturahmi yang utamanya adalah kepada orang tua kita, silaturahmi selanjutnya adalah tetangga kita, jangan sampai tetangga kita merasakan kesulitan sementara kita tidak tahu kesulitan yang dirasakan oleh tetangga kita, silaturahim selanjutnya rasulullah SAW mengajarkan agar kita silaturahim berupa kelembagaan dalam kehidupan masyarakat silaturahmi selanjutnya dalam kehidupan bernegara kita harus rukun terhadap tetangga bernegara.

Barulah pernyataan keempat baginda Rasulullah SAW adalah terkait dengan ibadah ritual وصلوا بالليل والناس نيام

(Sholatlah pada malam hari disaat orang-orang sedang nyenyak tertidur) Kenapa Rasulullah SAW tekankan waktu sholat yang dalam hak umat islam tidak merupakan wajib, sholat malam hanya wajib terhadap baginda Rasulullah SAW tapi bagi umat Islam adalah sunnah disinilah Rasulullah SAW menekankan pengalaman, ritual beliau ketika beliau berhubungan berdekatan bercengkrama mengadu berkeluh kesah seluruh persoalannya dimalam hari kepada Allah SWT. Beliau mengatakan agar umatnya juga meneladani apa yang dilakukan baginda Rasulullah SAW. “Sholatlah pada malam hari disaat orang-orang sedang nyenyak tertidur” disitulah kita mengadukan berbagai persoalan-persoalan hidup kita kepada Allah SWT, karenanya Allah SWT mengatakan dalam surat Al-Imron, “jika kita melakukan anjuran sholat sunnah di malam hari ini, Allah SWT akan meninggikan derajat kita,

فتهجد به نا فلة لك عسي ان يبعثك ربك مقاما محمودا

Sholatlah tahajud pada malam hari ini yang merupakan sunnah bagi kalian, Allah SWT akan memberikan posisi yang tinggi bagi kalian.

Hadirin Sidang Jum’ah Rohima kumullah

Empat pesan Rasulullah SAW dimana tiga pesan utamanya terkait dengan ibadah social ini menandakan bahwa Islam tidak membedakan antara ibadah ritual dengan ibadah social. Ibadah ritual yang kita lakukan harus merefleksikan sebuah kegiatan-kegiatan yang memberikan pencerahan dan kegiatan penyegaran kepada lingkungan masyarakat. Sholat kita, puasa kita, zakat kita, dzikir kita, tahlil kita tilawah Qur’an kita hendaklah memberikan dampak pengaruh social dalam kehidupan kita.

Untuk itulah Rasulullah SAW menyatakan bahwa ada orang ahli ibadah diakhirat nanti seakan-akan dia kehilangan amal-amal ibadahnya karena kelakuan sosialnya tidak bisa dipertanggung jawabkan.

Mudah-mudahan kita terjauh dari hal itu dan mudah-mudahan Allah SWT memberikan taufik hidayah dan inayahnya kepada kita, sehingga kita bisa melakukan ibadah-ibadah spiritual kita hubungan kita pada Allah SWT serta kita bisa memperbaiki hubungan sosial kita yang merupakan bagian ibadah kita pada Allah SWT .

Wassalamu’ alaikum Wr. Wb

(Disampaikan pada Kegiatan Jum’at Keliling di Masjid Baiturrohman jl.H.Iming Rt.4/2 kel.beji, kec beji, (13/10/2017))

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *