Belajar Loyalitas dari Burung Pipit dan Cicak

burung pipit

mohammadidris.id РAlkisah, seekor burung pipit secara naluri menghampiri Nabi Ibrahim AS, bolak-balik mengambil air dan meneteskannya di atas kobaran api yang membakar Nabi Ibrahim AS, lantaran ulah kezholiman dan kedunguan raja Namrud terhadap  diri Nabi Ibrahim AS.

Seekor Cicak yang melihat perlakuan burung pipit itu tertawa seraya berkata: “Hai pipit, apa sih yang kamu lakukan itu. Eh, sadar nggak sih kamu, paruhmu yang kecil itu tidak mungkin bisa memadamkan kobaran api itu, paling-paling beberapa tetes saja yang bisa kamu bawa.”

Tanpa emosional, si burung pipit pun menjawab: “Wahai cicak, aku juga sadar, bahwa aku tidak mungkin memadamkan api yang besar itu, tapi aku tidak suka kalau Allah SWT melihat saya terdiam tanpa upaya sedikitpun memberi perhatian kapada hamba-Nya yang dicintai dalam keadaan terzholimi. Saya yakin Allah SWT tidak akan melihat apakah aku berhasil atau tidak memadamkan api, tapi Dia melihat diriku tentang loyalitasku, kepada siapa aku berpihak dengan upaya sekecil apapun sebagai bukti loyalitasku.”

Si Cicak terus menertawakan si burung pipit, sambil menjulurkan lidahnya berusaha meniup api yang membakar sang nabi al-kholil yang dicintai Allah SWT, agar apinya cepat membesar.

Apakah tiupan si Cicak dapat menambah besar api yang membakar?, sepertinya tidak akan ada pengaruhnya, tapi tanpa disadari ternyata Allah SWT akan melihat dan mencatat Loyalitas si Cicak, kemana dia berpihak.

Kisah ini meski sudah beratus abad terjadinya, tetapi nampaknya kembali berulang kembali esensi ceritanya saat ini. Dan akan terus berulang sepanjang hidup, meski dalam bentuk dan warna, bahkan nama yg berbeda.

Kisah yang mengajarkan kepada kita tentang DIMANA DAN KEMANA LOYALIYAS KITA BERIKAN ???

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.