Depok Kota Pertama yang Menerapkan Sanksi Pelanggar PSBB

mohammadidris.id-Wali Kota Depok, Mohammad Idris menyatakan, Depok merupakan kota pertama di Indonesia yang menerapkan sanksi pada Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) untuk penanggulangan Coronavirus Disease 2019 (Covid-19). Untuk itu, sebagai landasan sanksi administratif bagi pelanggar PSBB Depok, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menerbitkan Peraturan Wali Kota (Perwal) Nomor 32 Tahun 2020. Aturan tersebut dikeluarkan atas perubahan Perwal Nomor 22 Tahun 2020 tentang PSBB dalam Penanganan Covid-19 di Depok.

“Kota Depok kini sedang melaksanakan PSBB tahap dua sejak 29 April hingga 12 Mei 2020. Maka kami berlakukan sanksi bagi pelanggar PSBB berupa teguran lisan, tertulis, pembubaran dan penghentian sementara kegiatan,” kata Mohammad Idris, Selasa, (05/05/2020).

Selain itu, ucap Mohammad Idris, pelanggar PSBB dapat juga dikenakan sanksi pidana. Sanksi tersebut disesuaikan dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang ada.

Lebih lanjut, dirinya menyampaikan angka kesembuhan pasien Covid-19 semakin mengalami peningkatan. Berdasarkan data per tanggal 5 Mei 2020, pasien sembuh bertambah menjadi 47 jiwa.

“Lalu ada 316 kasus konfirmasi positif Covid-19, meninggal ada 20 jiwa,” ujarnya.

Kemudian, tutur Mohammad Idris, data hari ini untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP) masih tersisa 799 jiwa. Orang Dalam Pemantauan (ODP) ada 1.704 jiwa dan Orang Tanpa Gejala (OTG) 875 ada jiwa.

“Sedangkan untuk PDP yang meninggal berjumlah 55 orang. Status PDP tersebut merupakan pasien yang belum bisa dinyatakan positif atau negatif. Sebab, harus menunggu hasil PCR, yang datanya hanya dikeluarkan oleh PHEOC (Public Health Emergency Operating Center) Kemenkes RI,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *