Dorong Pencegahan Hepatitis A, Idris Ajak Terapkan PHBS

mohammadidris – Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengajak masyarakat khususnya satuan pendidikan untuk terus menerapkan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Hal ini menyusul adanya puluhan pelajar Depok yang terkena penyakit Hepatitis A di SMP Negeri 20 Depok.

Ia mengatakan, dengan pola hidup sehat ini dapat menjaga kesehatan dan meminimalisir terjadinya penyakit yang berasal dari kuman atau bakteri. Untuk itu, ujar Mohammad Idris, upaya PHBS dengan membudayakan mencuci tangan dengan sabun, bukan hanya saat ingin keluar dari rumah. Namun juga ketika sebelum dan sesudah makan.

“Semua ini sudah kami sosialisasikan sebelumnya. Memang terkait praktiknya yang masih terus kami dorong kepada masyarakat maupun lingkungan sekolah,” kata Mohammad Idris, Jumat (22/11/2019).

Mohammad Idris menuturkan, kampanye mencuci tangan dengan sabun tersebut harus menjadi kebiasaan semua orang, tak hanya usia anak kecil atau siswa. Maka dari itu, sambungnya, sekolah-sekolah diimbau agar menyediakan tempat untuk cuci tangan seperti wastafel maupun kran yang sudah dipasang ke sumber air bersih.

Menurutnya, tak hanya mencuci tangan, kualitas jajanan anak juga harus menjadi perhatian sekolah. Dikatakan Mohammad Idris, meskipun secara struktur pemerintahan, pengawasan terhadap makanan ada di provinsi, namun bukan berarti pihaknya tidak perhatian terhadap hal itu.

“Syukur-syukur setiap sekolah sudah ada kantin yang makanannya sudah melalui proses seleksi oleh sekolah dan komite, sehingga berhak dan layak untuk bisa dijajakan pada anak-anak kita,” terangnya.

Lebih lanjut, ucapnya, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok akan mempelajari faktor penyebab puluhan orang di Depok yang terkena Hepatitis A, sehingga ke depan dapat mencegah terjadinya kasus serupa. Selama ini, imbuhnya, berbagai upaya pencegahan (preventif) sudah dilakukan Pemkot Depok, salah satunya dengan mengadakan sosialisasi penyakit Hepatitis A kepada masyarakat.

“Secara standar dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI) memang belum sampai kepada Kejadian Luar Biasa (KLB). Karena masih terlokalisasi di Depok. Mudah-mudahan tidak menyebar ke daerah lain khususnya wilayah tetangga,” jelasnya.

Dia pun menyatakan, dari kasus Hepatitis A ini, sebanyak tiga orang dirawat di rumah sakit, sisanya melakukan rawat jalan. Menurutnya, pihaknya juga sudah melakukan upaya penyembuhan (kuratif) seperti melakukan terapi bagi orang yang sudah positif terkena Hepatitis A.

Mohammad Idris pun berterima kasih kepada Menteri Kesehatan Terawan Agus Putranto yang sudah menurunkan tim untuk melakukan observasi. Meski demikian, tuturnya, pihaknya akan melakukan berbagai upaya pencegahan untuk menekan penyakit Hepatitis A.

“Kita sudah berkolaborasi dan melaporkan kejadian ini pada Kemenkes RI. Insya Allah, mereka akan menurunkan timnya untuk melakukan observasi,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *