Idris Buka Sosialisasi Gertak Germas Kode Hatiku 2022

mohammadidris.id – Wali Kota Depok, Mohammad Idris membuka Sosialisasi Gerak Serentak (Gertak) Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (Germas) Kota Depok Sehat Indonesia Kuat (Kode Hatiku) Tahun 2022 di Aula Gedung Pramuka Depok, Rabu (20/07/2022). Kegiatan tersebut diikuti oleh ratusan peserta, mulai dari anggota pramuka yang tergabung dalam Saka Bakti Husada (SBH), perwakilan dari puskesmas, pihak kecamatan/kelurahan, dan pejabat serta perwakilan perangkat daerah (PD) di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pada tahap awal, Germas secara nasional dimulai dengan berfokus pada tiga kegiatan. Pertama dengan melakukan aktivitas fisik 30 menit per hari, kedua dengan mengonsumsi buah dan sayur, dan ketiga dengan memeriksakan kesehatan secara rutin.

“Tentu saja kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) bisa melakukan general check up setahun sekali,” kata Idris di sela-sela kegiatan.

Lebih lanjut, ujar Idris, misi dalam amanah RPJMD Kota Depok 2021-2026, di antaranya dengan menyelenggarakan Kota Sehat. Tentu di tahun 2026 Kota Depok memiliki target meraih Kota Sehat.

“Salah satu dasar dari Kota Sehat adalah Open Defecation Free (ODF) atau nol persen warganya Buang Air Besar Sembarangan” ucapnya.

Dikatakan Idris, berdasarkan data yang dihimpun Dinas Kesehatan (Dinkes) perilaku hidup bersih dan sehat di tatanan rumah tangga tahun 2021, sebesar 76.88 persen. Adapun indikator terendah adalah tidak merokok di dalam rumah sebesar 73,38 persen.

“Jadi yang sudah tidak merokok di dalam rumah ada 73,38 persen. Lalu, bayi diberikan ASI Ekslusif sudah ada sebesar 76,51 persen,” ungkapnya.

Sedangkan, sambung Idris, pada distribusi berdasarkan kecamatan terdapat tiga kecamatan dengan persentase Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) Rumah Tangga terendah. Yaitu, Kecamatan Sawangan sebesar 65,83 persen, Kecamatan Cilodong sebesar 68.77 persen, Kecamatan Cipayung sebesar 70.83 persen.

“Berdasarkan data diatas, dapat kita simpulkan bahwa intervensi PHBS di Rumah Tangga masih menjadi hal yang prioritas, khususnya pada dua indikator terendah,” tuturnya.

Selain itu, ujarnya, hal lain yang perlu menjadi perhatian adalah perilaku risiko penyakit menular yang perlu diintervensi. Berdasarkan data Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas) tahun 2018 perilaku kurang aktivitas fisik pada penduduk usia produktif sejumlah 39,45 persen, tidak konsumsi buah dan sayur dalam seminggu 10,39 persen sehingga berdampak pada tingginya jumlah penduduk dewasa gemuk sekitar 15,17 persen dan obesitas sebesar 29,16 persen.

“Untuk memacu perilaku tidak konsumsi buah-buahan, kita bisa berkolaborasi dengan pengusaha yang memiliki kebun di luar Depok. Kita lakukan jemput bola,” terangnya.

Dengan data-data seperti itu, ujar Idris, menunjukkan bahwa, perilaku masyarakat Kota Depok masih berisiko menyebabkan munculnya penyakit tidak menular yang harus dicegah sedini mungkin.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh Pemkot Depok dalam meningkatkan perubahan perilaku hidup bersih dan sehat, baik pencegahan Penyakit Menular, dan Penyakit Tidak Menular melalui peningkatan pengetahuan, kesadaran, kemauan dan kemampuan hidup sehat dalam membentengi diri dari berbagai penyakit. Upaya ini dilakukan dengan berbagai

Menurutnya, Gertak dan Germas ini bisa dimulai dari keluarga. Pada kegiatan ini juga, khusus menghadirkan Saka Bakti Husada atau SBH.

“SBH adalah saka pramuka yang memiliki pengetahuan dan keterampilan praktis dalam bidang kesehatan yang diterapkan pada diri sendiri, keluarga dan lingkungan . Serta dapat mengembangkan kewirausahaan,” ungkapnya.

“SBH bertujuan mewujudkan kader pembangunan di ┬ábidang kesehatan yang dapat membantu melembagakan norma hidup bersih dan sehat bagi semua anggota Gerakan Pramuka dan masyarakat di lingkungannya, melalui enam Krida,” tuturnya.

“Antara lain, Krida Bina Keluarga, Krida Bina Lingkungan Sehat, Krida Penanggulangan Penyakit, Krida Bina Gizi, Krida Bina Obat, Krida Bina Perilaku Hidup Bersih dan Sehat,” jelas Idris.

Idris menambahkan, besar harapan SBH dapat menjadi salah satu aktor penggerak pembangunan kesehatan. Yakni guna membudayakan Germas dalam rangka penguatan dalam pencapaian masyarakat yang sehat, bugar dan produktif.

“Saya mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkolaborasi dalam peningkatan derajat kesehatan di Kota Depok,” katanya.

“Saya berharap, kegiatan yang kita lakukan ini merupakan salah satu ikhtiar dalam kerangka mewujudkan Kota Depok yang Maju, Berbudaya dan Sejahtera,” tutup Idris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *