Idris Dianugerahi Penghargaan Kepala Daerah Peduli Posyandu dari Pemprov Jabar

mohammadidris.id – Sejumlah penghargaan dari Provinsi Jawa Barat (Jabar) diraih Pemerintah Kota (Pemkot) Depok.

Penghargaan dari berbagai lomba yang diselenggarakan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jabar tersebut, diterima oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris yang didampingi Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Bunda Elly Farida dalam kegiatan wisuda Sekolah Perempuan Capai Impian dan Cita-Cita (Sekoper Cinta) sekaligus peringatan Hari Ibu ke-94 tingkat Provinsi Jabar di Sport Jabar Arcamanik, Bandung, Selasa (27/12/2022).

Pertama, Kota Depok berhasil meraih penghargaan Posyandu Award 2022 berkat pencapaian Posyandu Teratai RW 11, Kelurahan Curug, Kecamatan Cimanggis sebagai juara pertama Lomba Posyandu Tingkat Jabar.

Karena itu pula, Wali Kota Depok, Mohammad Idris meraih penghargaan sebagai Kepala Daerah Peduli Posyandu, karena mempunyai komitmen yang kuat dalam pengembangan Posyandu di Kota Depok.

Kedua, penghargaan sebagai juara dua dalam Lomba Peningkatan Peranan Wanita menuju Keluarga Sehat dan Sejahtera (P2WKSS) tingkat Provinsi Jabar tahun 2022 kategori kota.

Ketiga, penghargaan sebagai juara pertama dalam Lomba Gerakan Keluarga Sehat, Tanggap dan Tangguh Bencana (Gagah Bencana) kategori Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) tingkat Jabar tahun 2022.

“Kota Depok berhasil menerima sejumlah penghargaan dari provinsi, yang pertama terkait dengan PHBS, posyandu dan kegiatan Gagah Bencana yang dipimpin oleh Ketua TP-PKK Kota Depok, Bunda Elly Farida,” kata Wali Kota Depok, Mohammad Idris di Balai Kota Depok, Rabu (28/12/2022).

Lebih lanjut, ujar Kyai Idris, sapaannya, sebagai peraih juara pertama Lomba Posyandu Tingkat Jabar, tahun depan Kota Depok diusulkan untuk melaju ke kejuaraan serupa di tingkat nasional.

“Ke depannya kita (Kota Depok) sesuai arahan dari pusat bahwa layanan kesehatan warga di pusatkan kepada posyandu, maka posyandu dan posbindu diupayakan agar lebih dekat, makanya posyandu harus ditingkatkan, antara lain fasilitasnya,” tutur Kyai Idris.

“Kita (Pemkot Depok) sudah membantu untuk pembelian (pengadaan) lahan untuk posyandu yang belum mempunyai gedung, dan akan dibangun mulai tahun depan,” jelas Kyai Idris.

Dirinya menyebut, hingga kini posyandu di Kota Depok yang sudah tergolong mandiri dari sisi program ada sekitar 80 persen.

Sedangkan, sambungnya, untuk posyandu yang sudah tergolong mandiri dari sisi sarana prasarana (sarpras) atau fasilitas masih sekitar 40 persen.

“Untuk persentase pelayanan posyandu yang sudah mandiri dari sisi program dan sarana prasarana fasilitas, kalau dari sarana prasarana sekitar 40 persen,” ujarnya.

“Kalau dari program itu, posyandu yang sudah mandiri di Kota Depok bisa sampai 80 persen, jadi baik program-programnya serta fasilitasnya harus terus kita bantu,” tutup Kyai Idris.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.