Idris Imbau Warga Depok Tidak Bepergian Saat Libur Imlek

mohammadidris.id-Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengimbau masyarakat untuk tidak bepergian ke luar kota selama libur perayaan Imlek 2021. Imbauan tersebut disampaikan Mohammad Idris lantaran Kota Depok masih berada pada Zona Orange atau Zona Risiko Daerah Sedang Covid-19, sehingga masih banyak upaya dan kerja keras yang harus dilakukan.

“Untuk menghadapi Hari Raya Imlek Tahun 2021 dan Libur Panjang Akhir Pekan, Jumat (12/02) hingga Minggu (14/02), warga diimbau untuk tidak melakukan perjalanan ke luar kota, tetap berada di rumah,” kata Mohammad Idris melalui kanal youtube pribadi, Kamis (11/02/2021).

Lanjut dia, selama libur Imlek, Aparatur Sipil Negara (ASN) Kota Depok juga dilarang untuk melakukan perjalanan keluar kota. Larangan tersebut termaktub dalam Surat Edaran yang diterbitkan Pemerintah Kota (Pemkot) Depok pada tanggal 11 Februari 2021.

“Tetap menerapkan 2i 5M yaitu Iman, Imun, Memakai Masker, Mencuci Tangan, Menjaga Jarak, Menghindari Kerumunan, Mengurani Mobilitas,” tuturnya.

Mohammad Idris menuturkan, Kota Depok saat ini masih dalam masa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) Proporsional dan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM). Dengan demikian, segala aktivitas warga dan usaha dilakukan pengaturan.

“Di antaranya aktivitas warga dan usaha hanya sampai jam 21.00 WIB, serta kegiatan-kegiatan yang mengundang kerumunan tidak diperkenankan. Termasuk kegiatan konser dilarang dan untuk atraksi seni dibatasi dengan jumlah pengunjung maksimal 30 orang,” jelasnya.

Dikatakannya, pengelola pusat perbelanjaan dan pusat-pusat kegiatan lainnya juga tidak diizinkan menyelenggarakan kegiatan yang mengundang kerumunan. Sebab, hal itu berpotensi menimbulkan penularan Covid-19.

“Serta bagi yang menyelenggarakan acara yang mengundang kerumunan untuk memberi tahu ke pihak kelurahan dan kecamatan serta TNI-Polri. Agar disesuaikan dengan ketentuan protokol kesehatan Covid-19,” tegasnya.

Sebagai implementasi PPKM Skala Mikro sebagaimana diamanatkan pemerintah, sambung Mohammad Idris, bagi RW Pembatasan Sosial Kampung Siaga (PSKS) agar melakukan tindakan pencegahan dan penanganan Covid-19 secara lebih ketat. Yaitu dengan mengontrol keluar masuknya orang di lingkungan RW PSKS, membatasi kegiatan sosial, mengawasi kasus-kasus isolasi mandiri (isman), dan mengontrol pelaksanaan protokol kesehatan.

“Kami bersama TNI-Polri akan melakukan pengawasan secara intensif di semua wilayah. Agar penerapan aturan dan protokol kesehatan dijalankan dengan konsisten,” tandasnya.

Untuk diketahui bahwa perayaan Imlek tahun ini yang jatuh pada Jumat 12 Februari, diikuti libur akhir pekan pada Sabtu (13/02) dan Minggu (14/02).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *