Idris Lakukan Peletakan Batu Pertama Pembangunan Masjid Jami Almuthmainnah

mohammadidris.id-Wali Kota Depok, Mohammad Idris melakukan peletakan batu pertama pembangunan Masjid Jami Almuthmainnah, Minggu (06/06/2021). Lokasi pembangunan masjid ini berada di Jembatan Serong Jalan H. Ta’min, RT 02 RW 02, Nomor 69, Kelurahan/Kecamatan Cipayung, Kota Depok.

Dalam sambutannya, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, bulan Ramadan tahun ini efektif dapat memberikan dampak positif terhadap kegiatan dan amal ibadah umat Islam. Salah satunya, memberikan energi kepada jamaah DKM Masjid Jami Almuthmainnah untuk memulai pembangunan sarana beribadah ini yang menelan dana sekitar Rp 11 miliar.

“Ini menjadi bagian dari perjuangan kita di sini dalam membangun masjid sebagai pusat kegiatan umat,” kata Mohammad Idris.

Hal tersebut, ujarnya, karena masjid menjadi tempat ibadah untuk kegiatan ritual selain akidah. Biasanya berbagai kegiatan ritual di masjid dilakukan seperti Salat Subuh berjamaah.

“Jangan sampai masjidnya megah tapi jamaahnya kendor,” ucapnya.

Lanjut Mohammad Idris, fungsi lain masjid juga sebagai sumber kegiatan perekonomian umat. Sebab, masjid juga sangat potensial menjadi basis pemberdayaan ekonomi umat.

“Jangan sampai masjidnya megah Tapi di sini ada rumah tidak layak huni. Kami (Pemerintah Kota Depok) hanya bisa memberikan Rp 23 juta untuk membangun rumah Tidak layak huni. Jumlah tersebut sebagai modal semangat, insyaAllah naik dari tahun ke tahun,” tuturnya.

Selain itu, sambungnya, siapa pun yang berada di dalam masjid harus memiliki orientasi takut kepada Allah SWT. Ikhtiar juga menjadi bagian dari takut kepada Allah.

“Pesan saya itu saja, lalu juga harus punya target. Karena target ini penting agar mental kita siap melanjutkan pembangunan ini,” ungkapnya.

Mohammad Idris menuturkan, pihaknya mempunyai program legalitas rumah ibadah seperti masjid. Pengurusan Izin Mendirikan Bangunan (IBM) rumah ibadah ini gratis dan menjadi program 100 hari dari pelantikan Mohammad Idris sebagai Wali Kota Depok.

“Jadi bisa melaporkan, akan keluar IMB. Yang penting ada hak miliknya. Kemudian, kita juga mau launching insentif untuk pembimbing rohani. Tahun kemarin 200, tahun sekarang sudah 1.000. Mudah-mudahan tahun depan bisa naik lagi sebagai bentuk perhatian keagamaan di lingkungan kita,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *