Jadi Khatib Jumat, Idris Ingatkan Pentingnya Kehidupan Bermasyarakat

mohammadidris.id – Wali Kota Depok, Mohammad Idris menjadi Khatib Salat Jumat di Masjid At-Taqwa Kelurahan Jatimulya Kecamatan Cilodong, Jumat (02/12/2022).

Pada kesempatan itu, Idris menyampaikan khotbah Jumat tentang pentingnya meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan bermasyarakat.

“Manusia adalah mahluk sosial, manusia adalah makhluk yang bermasyarakat, bukan makhluk yang sendirian, bukan makhluk yang egois, bukan makhluk yang tidak memikirkan orang lain dalam kehidupan,” kata Idris.

“Oleh karena itu Allah SWT mengisyaratkan dalam Alquran, yang kata Imam Syafi’i, kalau Allah SWT tidak menurunkan surat ini, maka cukuplah surat ini untuk kehidupan manusia, yaitu Surat Al-Asr,” tuturnya.

Dikatakan Idris, dalam Surat Al-Asr dijelaskan, bahwa seluruh manusia dalam kerugian, kecuali mereka yang beriman. Allah sengaja menggunakan kata jamak atau plural, jadi orang-orang yang beriman, bukan hanya satu orang yang beriman.

Lebih jelas lagi, ujar dia, disebutkan orang yang beramal saleh secara berjamaah atau orang banyak dan mereka saling berwasiat.

“Saling berwasiat artinya ada dua belah pihak tidak hanya satu pihak, berwasiat dengan kebenaran dan kesabaran, begitulah Allah SWT menjelaskan dalam Alquran,” ujarnya.

Idris menuturkan, firman Allah ini juga dijelaskan oleh Rasul dalam sebuah hadists riwayat Imam Ahmad, seorang mukmin yang beriman yang dia berinteraksi, bersosialisasi dalam masyarakat, lalu dia juga bersabar ketika bersosialisasi dengan masyarakat, maka lebih baik mukmin itu dari pada mukmin yang tidak bermasyarakat.

“Rasulullah SAW menegaskan dalam hadits ini, bahwa orang mukmin yang bersosialisasi di tengah masyarakat dan seorang mukmin yang tidak bersosialisasi itu sama-sama baik, tapi yang lebih baik, kata Rasulullah SAW adalah mukmin yang bermasyarakat,” papar Idris.

Dikatakan Idris, ketika bermasyarakat tentunya ada hal-hal, rintangan, cobaan, hingga gangguan, maka dari itu, diteruskan hadits tersebut, dia bersabar atas gangguan-gangguan yang mungkin terjadi di tengah masyarakat.

“Dan itulah yang kita rasakan, ketika kita bermasyarakat, tapi itu lebih baik kata Rasulullah daripada kita hidup eksklusif, tidak mau bermasyarakat, mencari aman, mencari nyaman dalam kesendirian,” ujarnya.

“Rasulullah tidak menginginkan seperti itu, karena memang dalam hidup ini hanya dua pilar yang bisa kita lakukan dalam bersikap,” katanya.

Pertama, sambung Idris bersyukur atas segala nikmat yang Allah berikan kepada, dan ternyata kehidupan yang diraih ini lebih jauh dari pada hal-hal yang setiap manusia duga, makanya pentingnya memiliki rasa syukur.

“Kedua, ketika ada cobaan seperti bencana kita juga harus bersabar, jadi bersyukur dan sabar dua sikap utama bagi kita,” ungkapnya.

“Untuk itu, saya mengingatkan untuk diri sendiri dan semuanya, mari sama-sama menyelesaikan persoalan-persoalan yang ada di tengah masyarakat, jangan mencari aman atau kita hidup eksklusif, masa bodo, cuek, abai terhadap apa yang terjadi di tengah masyarakat,” tutup Idris.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.