Jelang Akhir Tahun, Idris Lantik 39 Pejabat ASN Depok

mohammadidris.id – Sebanyak 6 orang pejabat administrator, 30 orang pejabat pengawas dan 3 orang pejabat fungsional di lingkup Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dimutasi, rotasi dan promosi jabatan oleh Wali Kota Depok, Mohammad Idris pada Jumat (23/12/2022).

Pada kesempatan itu, Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, rotasi, mutasi ataupun promosi merupakan bagian dinamisasi, penyegaran dan penyesuaian kebutuhan personel dalam organisasi birokrasi.

“Karena hal ini merupakan tuntutan organisasi dalam meningkatkan kualitas pelayanan terhadap masyarakat,” kata Kyai Idris, sapaannya di sela-sela rotasi, mutasi, promosi jabatan.

Dikatakannya, sumpah atau janji yang telah diucapkan saat rotasi, mutasi dan promosi jabatan merupakan tanggung jawab moral yang nantinya akan dipertanggungjawabkan di hadapan Tuhan Yang Maha Esa.

Dengan demikian, lanjut Kyai Idris, diharapkan para Aparatur Sipil Negara (ASN) selalu ingat dan berpegang pada nilai religius dalam menjalankan tugas dan fungsinya.

“Serta senantiasa meningkatkan kinerja secara profesional sesuai dengan tupoksi dan kompetensinya dalam bekerja,” katanya.

Dengan dilakukannya prosesi pelantikan ini, Kyai Idris berharap kepada ASN Pemkot Depok agar dapat meneguhkan niat dan tekad untuk menjadi teladan, baik dalam menjalankan tugas maupun sebagai anggota masyarakat.

“Bekerja secara maksimal dalam memberikan palayanan terbaik bagi masyarakat Kota Depok,” ujarnya.

“Bagi pejabat yang menjadi pucuk pimpinan di satuan kerja, saudara harus mampu mengarahkan seluruh jajarannya untuk melaksanakan program kegiatan,” ungkapnya.

Selain juga, sambung dia, para pucuk pimpinan di satuan kerja agar mampu memahami visi dan misi yang tertuang di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) 2021-2026.

“Sebagai ASN diharapkan bekerja seperti kedua tangan, jangan seperti kedua telinga, analogi tersebut dapat diterapkan dalam team work, keberadaan kedua tangan saling melengkapi akan membentuk solidnya suatu tim, tidak bisa bertepuk sebelah tangan,” jelasnya.

“Kalau kita memasang cincin di tangan sebelah kiri kita, tangan kanan kita tidak ngiri, tidak serta merta begitu, karena tangan kanan memiliki perannya, yang tidak dimainkan oleh tangan kiri,” jelasnya.

Kyai Idris menyebut, sebagai seorang pimpinan harus dapat memberikan jobdesk yang jelas bagi masing-masing staf, yang akan manjadi modal awal untuk menggerakan roda organisasi ke arah pencapaian disuatu tujuan.

“Keterbukaan, saling pengertian, kekompakan, dari masing-masing anggota sangat diperlukan, berat sama dipikul, ringan sama dijinjing,” katanya.

“Jangan bekerja seperti kedua telinga, keduanya ada di kepala, meskipun ada disatu tempat yang sama, tapi tidak pernah berjumpa satu sama lainnya,” katanya.

“Maka dalam pekerjaan harus ada kebersamaan, karena kebersamaan adalah permulaan, menjaga bersama adalah kemajuan, bekerja bersama adalah keberhasilan,” tandas Kyai Idris.

Tinggalkan Balasan

Your email address will not be published.