Kota Depok Miliki Alat Pemantau Kualitas Udara AQMS

mohammadidris.id-Kota Depok kini memiliki fasilitas pemantau kualitas udara otomatis atau yang disebut Air Quality Monitoring System (AQMS) yang terpasang di Jalan Margonda Raya. Alat tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Republik Indonesia melalui Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Depok.

Wali Kota Depok, Mohammad Idris mengatakan, pemasangan alat AQMS adalah bentuk implementasi dari Peraturan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (Permen LHK) Nomor 14 Tahun 2020. Yaitu tentang indeks standar pencemaran udara.

“AQMS sebagai salah satu perangkat atau alat pemantau kualitas udara ambien. Alat ini akan menghasilkan nilai yang menggambarkan mutu udara ambien di Kota Depok dalam kategori baik, sedang tidak sehat, hingga sangat tidak sehat atau berbahaya per hari dalam satu tahun atau seterusnya,” jelas Mohammad Idris melalui kanal youtube pribadinya, Senin (24/05/2021).

Dikatakannya, hasil kualitas udara melalui AQMS ini dapat digunakan sebagai early warning system atau sistem peringatan dini bagi pemerintah maupun masyarakat ketika terjadi suatu pencemaran udara. Serta dapat menjadi referensi ilmiah dalam pembuatan strategi yang tepat dalam program peningkatan kualitas udara di Kota Depok.

“Manfaat yang diterima Pemerintah Kota (Pemkot) Depok dari pemasangan AQMS dapat memonitoring secara langsung kualitas udara dan kandungan debu yang terbaca dalam tujuh parameter. Ini sebagai output hasil perhitungan indeks pencemaran udara atau ISPU. Hasilnya dapat juga dipantau melalui aplikasi ispu.net,” terangnya.

Selain itu, sambungnya, dengan pemasangan AQMS ini Depok dapat melakukan evaluasi udara per kota. Tentunya juga bisa memberikan informasi kepada masyarakat mengenai kualitas udara di Kota Depok.

“Sampai saat ini DLHK Kota Depok masih dalam tahap penyimpulan dan rekapitulasi data pemantauan kualitas udara. Tahapan tersebut berdasarkan hasil kualitas udara alat AQMS dan perhitungan indeks kualitas udara Kota Depok,” tuturnya.

Ia menambahkan, pihaknya masih berupaya untuk melakukan pemasangan AQMS di lokasi lainnya. Yaitu melalui anggaran bantuan provinsi Jawa Barat dan Kementerian LHK untuk mengupayakan pemasangan AQMS lainnya di lokasi Kota Depok wilayah barat dan timur, sehingga kualitas udara dapat terus terpantau secara menyeluruh.

“Pemasangan AQMS di lokasi lain belum dituangkan dalam RPJMD dan Renstra dinas. Kami masih berupaya melalui anggaran bantuan provinsi Jawa Barat dan Kementerian LHK untuk mengupayakan pemasangan AQMS berikutnya di lokasi Kota Depok,” katanya.

Sementara itu, salah satu warga Kota Depok Hesti menyatakan, dari alat tersebut, masyarakat tentu bisa mengetahui kualitas udara di Kota Depok. Terlebih, masyarakat dapat mengetahui kualitas udara tersebut melalui aplikasi dalam gadget.

“Aplikasi itu yang suka saya akses untuk tahu kualitas udara di Kota Depok secara live,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *