Kota Depok Tampilkan Harmoni dalam Keberagaman Budaya Daerah

mohammadidris.id – Kota Depok menampilkan keberagaman budaya, mulai dari pantun, puisi hingga musik tradisional lokal dalam Pagelaran Pesona Bhinneka Tunggal Ika yang digelar di Anjungan Riau, Taman Mini Indonesia Indah (TMII), Jakarta Timur, Minggu (26/06/2022) malam.   Penampilan Kota Depok pada rangkaian acara Festival Harmoni Indonesia (FHI) ini, langsung dikomandoi oleh Wali Kota Depok Mohammad Idris bersama istri yang juga Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (TP-PKK) Kota Depok, Elly Farida dengan membacakan puisi dan pantun mengenai Harmoni Depok untuk Pesona Bhinneka Tunggal Ika, diiringi oleh musik tradisional dari seniman Koko Thole.

Usai memeriahkan pagelaran yang digelar oleh Direktorat Jendral Politik dan Pemerintahan Umum, Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia (Kemendagri RI), Wali Kota Depok, Mohammad Idris menuturkan, Kota Depok memiliki core budaya Betawi Ora di lingkungan penduduk aslinya. Namun, ujar Idris, terdapat juga etnis atau suku bangsa lainnya di Depok, inilah yang menjadi suatu keunikan budaya yang ditampilkan dalam Pagelaran Pesona Bhinneka Tunggal Ika.

“Maka kita tampilkan, kembangkan dalam sebuah budaya. Selain budaya Betawi, kita bisa elaborasi menjadi satu seni budaya keserasian yang menunjukkan keharmonian yang ada di Kota Depok,” tutur Idris.

“Jadi core-nya Betawi Ora dan baru dikolaborasi dengan yang lainnya. Maka dalam pertunjukan ada teman-teman dari Madura, Dayak, Pontianak, Makasar (yang menggunakan pakaian adat dan bahasa daerah), dan semuanya bisa serasi,” lanjut Idris.

Keluarga Idris sendiri meupakan keluarga yang multi etnis namun harmonis. Diketahui bahwa Idris sendiri asli putra daerah (betawi), istrinya berasal dari Cirebon, serta mantu-mantunya ada yang dari Jawa, Sunda, dan Betawi.

Selain itu, ucap Idris, dirinya juga harus mengenalkan kepada warga Depok bahwa Pemerintah Kota (Pemkot) Depok tidak memandang sebelah mata kepada para pendatang yang memiliki keberagaman budaya. Justru, ujar Idris, mereka harus melihat realitas yang ada di Kota Depok, keberagaman tersebut menjadi kekuatan bagi semua elemen di Kota Depok.

“Keberagaman ini menjadi kekuatan bagi kita. Bahkan kita bisa meneladankan kepada daerah-daerah lain bahwa yang pertama berterima kasih kepada Kampung Betawi yang memang welcome ke temen-temen dari daerah lain, sehingga mereka menjadi satu kekuatan potensi yang bisa membangun Kota Depok,” tandas Idris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *