Langkah Ummat Islam Indonesia Terhadap Tragedi Rohingya

Dalam kesempatan yang penuh duka ini, izikan saya memberikan beberapa catatan tentang bagaimana seharusnya sikap kita terhadap tragedi yang menimpa saudara kita di Rohingya.

Pertama, Sebagai negara dengan umat Islam terbesar, sejatinya pemerintah Indonesia harus mampu memberikan advokasi untuk warga Rohingya. Advokasi tersebut dapat berupa desakan kepada Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB) agar memberikan sanksi berat kepada Pemerintah Myanmar yang telah melakukan agresi terhadap warga Rohingya serta melakukan diplomasi kepada pemerintah Myanmar untuk segera menghentikan perlakukan biadab kepada warga dan penduduk setempat.

Pembelaan terhadap muslim Rohingya bukan semata-mata berlandaskan kepada sentimen agama, namun pembelaan tersebut sesuai dengan pembukaan Undang-undang Dasar (UUD) kita yang secara tegas mengecam segala bentuk tindakan yang tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.

“Bahwa sesungguhnya kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu, maka penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.” (Pembukaan UUD 1945 alinea pertama)

Kedua, meminta kepada umat Islam Indonesia melalui Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk bersama-sama melakukan doa Qunut Nazilah bagi keselamatan dan kedamaian di Rohingya.

Ketiga, mengajak pemerintah kabupaten/kota se-Indonesia serta ormas-ormas Islam untuk menghimpun dana membantu Rohingya.

Keempat, bersama komponen bangsa dan negara bahu membahu mendeklarasikan gerakan ANTI AGRESI, ANTI KEKERASAN, serta MELAWAN PENJAJAHAN dengan segala bentuknya di jaman kemajuan informasi dan teknologi.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *