Luapan Emosi Jiwa Sang Wali Kota (Sebuah Renungan)

Teman, Allah akan menjadi saksi perjuangan kita, berikhtiar untuk sesama, berkorban demi anak bangsa dan kemajuan negara.

Saat ini hampir seluruh rumah sakit dan lembaga kesehatan sudah dipenuhi korban bencana menakutkan ini, bahkan para pejuang kemanusiaan ini sudah ada yg mendahului kita. “KENAPA HARUS MEREKA YG TERPILIH MENGHADAP. TENTU ADA HIKMAH YG MESTI DIPETIK”, saat ini juga ada diantara mereka yang sedang dipasang ventilator di IGD, ya Robbi kuatkan dan sehatkan mereka.

Seraya para medis dan tenaga kesehatan bersuara lirih kepada sang Walikota: “Kami ikhlas melakukannya, pak wali”, tak terasa setetes air mata basahi pipi.

Mereka lanjutkan kata-katanya kepada walikota: “Kami ikhlas, namun kami sedih bila teman-teman di luar kami memandang masalah memilukan ini dengan kacamatanya masing-masing dan bahkan dengan egoisme personal semata”.

Saya prediksi, kasus ini masih akan terus meningkat tajam, mungkin korban akan terus bertambah (na’udzu billah min dzalik).

Karenanya mungkin ini saatnya bagi kita untuk introspeksi diri tentang kelemahan dan kekurangan kita; jangan lari dari tanggung jawab sosial kita, masalah ini adalah masalah bersama, pemerintah daerah termasuk Pemkot Depok, berupaya terus secara maksimal dan berikhtiar baik untuk mengambil inisiatif yang taktis, dengan keterbatasan yang ada.

Saatnya, para pemimpin dan tokoh-tokoh masyarakat bekerja maksimal pada posisi dan kapasitasnya di negeri ini, perlihatkan peran positif dan produktif, tunjukkan empati kepada RS, Puskesmas, tenaga kesehatan, relawan.

Bukan hanya bicara birokrasi dan isi materi sebuah aturan, kita dalam kedaruratan bencana keburukan makhluk Tuhan yang tak terlihat dengan kasat mata.

Mungkin, aturan-aturan itu hanya menjadi saksi bisu, sementara kita akan mati satu persatu.

Semoga Allah SWT Yang Rahman dan Rahim senantiasa menjaga kita dan menjadikan kita hambaNya yang SEHAT TAAT dan BERMANFAAT.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *