Mitigasi Penyebaran Covid-19, Idris Instruksikan Penghentian Sementara PTMT di Pancoran Mas

mohammadidris.id – Wali Kota Depok Mohammad Idris menginstruksikan untuk menghentikan sementara pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas (PTMT) pada semua satuan pendidikan yang berada di wilayah Kecamatan Pancoran Mas. Kebijakan tersebut termaktub dalam Surat Edaran (SE) Wali Kota Nomor: 8.02/648/SATGAS/2021 tentang Penghentian Sementara secara Terbatas pada Penyelenggaraan PTMT.

Menurut Idris, pihaknya mengeluarkan SE tersebut karena Pemerintah Kota (Pemkot) Depok menemukan sejumlah kasus Covid-19 saat melakukan swab keliling secara acak di sejumlah sekolah di Pancoran Mas. Swab keliling tersebut merupakan program Pemkot Depok yang diadakan untuk memantau secara berkala setiap sekolah yang melakukan PTMT.

“Ketika PTMT digulirkan di Kota Depok, termasuk di seluruh wilayah Jabodetabek, kami sudah mempunyai program yang namanya Swab Keliling. Lantas kami pun melakukan swab antigen acak ini kepada sekolah-sekolah agar mengetahui bagaimana penerapan PTMT untuk anak-anak kita,” katanya melalui kanal youtube pribadi Mohammad Idris, Jumat (19/11/2021).

Kemudian, ujar Idris, saat ditemukan kasus Covid-19 di Pancoran Mas hasil dari swab keliling, Idris pun langsung bergerak cepat menghentikan pelaksanaan PTMT.

Setelah itu, Idris segera menerbitkan SE penghentian PTMT yang juga dalam rangka proses mitigasi dan antisipasi penyebaran Covid-19 yang lebih luas lagi. Untuk gantinya siswa diminta melakukan Belajar Dari Rumah (BDR) untuk seluruh jenjang pendidikan di kecamatan atau sekecamatan Pancoran Mas.

“Kasus tertingginya ada di Pancoran Mas dan penyebarannya cukup masif di Kelurahan ataupun Kecamatan Pancoran Mas, itu yang pertama,” tutur Idris.

“Yang kedua untuk di wilayah-wilayah yang lain kami intruksikan agar PTMT ini dihentikan untuk siswa yang belum divaksin Covid-19. Artinya secara praktis anak-anak kita yang ada di SD dan sederajat yang belum ada vaksinasi dari pemerintah mereka sementara belajar dari rumah,” jelas Idris.

Lalu, sambung Idris, bagi jenjang pendidikan SMP dan SMA di kecamatan-kecamatan selain Pancoran Mas, siswa yang belum divaksin ini pun diminta untuk belajar dari rumah. Kebijakan ini juga tertuang di dalam SE tersebut.

“Selainnya masih bisa belajar PTMT, tentunya dengan melakukan protokol kesehatan sesuai dengan arahan instruksi menteri (Inmen) dalam PPKM,” ungkap Idris.

Idris pun mengharapkan dalam waktu dekat pemerintah akan mengeluarkan keputusan yang memberlakukan vaksinasi bagi siswa SD yang berusia 12 tahun ke bawah.

“Itu barang kali yang dapat kami sampaikan terkait penghentian sementara PTMT di Kecamatan Pancoran Mas untuk semua jenjang dari SD, SMP, SMA dan sederat, termasuk PAUD-nya. Apalagi, bagi kecamatan-kecamatan yang lain untuk yang belum divaksin, sekali lagi hanya untuk yang belum divaksin,” tandas Idris.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *