Omicron di Kota Depok, Idris Imbau Masyarakat Tetap Disiplin Prokes Meski Sudah Divaksin

mohammadidris.id – Ketua Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok Mohammad Idris mengimbau masyarakat untuk tetap disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes) pencegahan Covid-19 meski telah divaksinasi.  Imbauan ini menyusul ditemukannya Covid-19 varian Omicron di Kota Depok berdasarkan siaran pers yang diterbitkan Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok.

“Dengan ditemukannya kasus Covid-19 varian Omicron, maka kepada warga yang telah divaksinasi agar tidak mengabaikan protokol kesehatan, selalu memakai masker ketika keluar rumah, menjaga jarak fisik, selalu mencuci tangan dengan sabun/hand sanitizer, patuhi kebijakan PPKM terutama untuk menghindari kerumunan dan kepatuhan terhadap persentase kegiatan di tempat umum,” tutur Idris melalui siaran pers Satgas Penanganan Covid-19 Kota Depok, Selasa (11/01/2022).

Dikatakan Idris, keberhasilan melawan pandemi Covid-19 ini sangat tergantung kepada kedisiplinan kita dalam menerapkan prokes secara optimal. Yang paling utama senantiasa menjalankan norma-norma agama.

“Juga meningkatkan ibadah dan memperbanyak doa kepada Alloh SWT Tuhan Yang Maha Kuasa,” ujarnya.

Lebih lanjut, Idris menuturkan, berdasarkan Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 01 Tahun 2022 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat Level 3, Level 2, dan Level 1 Corona Virus Disease 2019 di Wilayah Jawa dan Bali, situasi pandemi Kota Depok berada di Level 2. Sementara zonasi berdasarkan BNPB pada aplikasi Bersatu Lawan Covid-19 (BLC) Satgas Pusat tanggal 2 Janurai 2022, berada dalam Zona Risiko Rendah  atau Zona Kuning, dengan score 2.86.

“Berdasarkan Laporan SIRS Online keterisian Tempat Tidur Covid-19, baik ICU maupun Isolasi mengalami tren yang terus menurun. Periode 10 Januari 2022 didapatkan bahwa BOR ICU 0% dan BOR TT Isolasi adalah 4,29%,” kata Idris.

Oleh karena itu, meski Data kasus Covid-19 di Kota Depok per tanggal 10 Desember 2022 menunjukan tren peningkatan laju kasus konfirmasi, jumlah kasus aktif menjadi 37 (0.03%) dan akumulasi akumulasi kasus menjadi 105.922 kasus. Namun, keterisian Tempat Tidur pasien Covid-19 pada rumah sakit (RS) di Kota Depok masih menunjukkan tren yang terus menurun.

Sedangkan, sambung Idris, upaya Vaksinasi Covid-19 di Kota Depok mencapai 1.327.255 sasaran atau 82.269% untuk dosis pertama 92.449 sasaran atau 77.07% untuk dosis pertama pada lansia dan 159.052 sasaran atau 80.45% untuk dosis pertama pada Anak-anak.

“Ini semua dalam rangka mencapai Herd Immunity Covid-19 di Kota Depok. Berbagai upaya percepatan target vaksinasi dilakukan Kota Depok melalui Puskesmas, Rumah Sakit, Sentra Vaksin, Vaksinasi TNI/POLRI dan inovasi kegiatan percepatan vaksinasi. Di antaranya DVAJAR (Depok Vaksinasi Jemput Warga), Pos Vaksinasi, Vaksinasi Keliling dan Gebyar Vaksin Massal di 11 Kecamatan se-Kota Depok,” terangnya.

“Adapun jenis vaksin yang digunakan antara lain, Coronavac, Sinopharm, Sinovac, Moderna, Astrazeneca dan Pfizer,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *