Pelaksanaan Iduladha di Kota Depok Berjalan Lancar

mohammadidris.id-Perayaan Iduladha kali ini berbeda dari tahun-tahun sebelumnya karena masa pandemi Coronavirus Disease 2019 atau Covid-19. Namun demikian, tidak mengurangi rasa syukur dan khidmat umat muslim di Kota Depok untuk merayakan hari kurban yang jatuh pada 31 Juli 2020.

Menurut Wali Kota Depok, Mohammad Idris, pelaksanaan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban pada masa pandemi ini berjalan lancar di Kota Depok. Sebab, panitia pelaksanaan Iduladha maupun warga Depok sudah mematuhi panduan yang sudah dibuat oleh pemerintah dan MUI.

“Awal Juli, kami sudah mengeluarkan Surat Edaran (SE) panduan penyelenggaraan Salat Iduladha dan penyembelihan hewan kurban. Panduan itu mengacu pada SE Kementerian Agama dan fatwa MUI Pusat dan Kota Depok. Alhamdulillah, secara umum tidak ada pelanggaran,” kata Mohammad Idris saat live dialog Indonesia Bicara di TVRI, Jumat (31/07/2020).

Dikatakannya, seluruh wilayah diperbolehkan menyelenggarakan Salat Iduladha kecuali RW yang mempunyai pasien positif Corona yang dirawat mandiri. Kemudian, ujarnya, panitia penyelenggaraan harus siap dengan sarana prasarana mengikuti ketentuan protokol kesehatan dan diawasi oleh petugas kecamatan.

“Titik-titik yang menyelenggarakan Salat Iduladha harus izin dulu dengan camat setempat. Camat setempat yang memberikan izin berdasarkan surat ketentuan yang sudah kami buat. Misalnya ketentuan pembersihan dan pemberian disinfektan pada area masjid atau tempat yang melaksanakan Salat Iduladha,” jelasnya.

Lalu, sambung Mohammad Idris, ketentuan lainnya yaitu membatasi jumlah pintu masuk ke masjid, menyiapkan tempat cuci tangan dan alat pengukur suhu tubuh, menerapkan jarak satu setengah meter antar jemaah. Dikatakannya, semua ketentuan pelaksanaan Salat Iduladha ini disiapkan oleh panitia penyelenggara.

“Termasuk penyelenggaraan penyembelihan hewan kurban, kami lihat dan pantau. Jika panitia penyelenggaraan siap dengan ketentuan tersebut, mereka tanda tangan dan diizinkan oleh camat,” tuturnya.

Mohammad Idris menuturkan, tata cara menyembelih hewan kurban selain sesuai syariat Islam, arahan MUI mengarahkan untuk mengacu pada ketentuan-ketentuan kesehatan

“Makanya semua penyembelih dari tingkat kecamatan, kota hingga masyarakat yang akan menyelenggarakan penyembelihan hewan kurban harus rapid test. Panitia juga harus bermasker ketat,” terangnya.

Untuk distribusi daging kurban, lanjut Mohammad Idris, diantarkan langsung ke rumah orang yang berhak mendapatkan. Langkah tersebut demi mencegah adanya kerumunan sebagai antisipasi penyebaran Covid-19.

“Distribusi hewan kurban berjalan dengan baik. Tidak mengambil di tempat panitia, tetapi panitia yang mengantarkan daging-daging kurban yang dibungkus ke mereka yang berhak mendapatkannya,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *