Restu Sang Guru

Mohammadidris.id – Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) Darussalam Gontor, Ponorogo, Jawa Timur, KH Hasan Abdullah Sahal merestui Wali Kota Depok Mohammad Idris yang tak lain merupakan santrinya untuk maju kembali di Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok. Pesta demokrasi tersebut rencananya akan dihelat pada 23 September 2020 di Depok.

Dihadapan Kiai Hasan (sapaannya), Mohammad Idris yang merupakan alumni Ponpes Darussalam Gontor tahun 1980 mengatakan, dirinya meminta restu kepada keluarga dan sang guru untuk maju kembali di Pilkada 2020. Kiai Hasan pun memberikan restunya saat bersilaturahmi ke kediaman Mohammad Idris di kawasan Cilodong.

“Saya meminta restu kepada keluarga yaitu istri tercinta, Elly Farida dan anak-anak untuk maju di Pilkada Depok. Kemudian, saya juga meminta restu kepada kiai saya yakni Kiai Hasan. Secara prinsip, no problem, nanti secara de facto saya diminta tetap datang ke pesantren untuk meminta restu kepada kiai-kiai yang lain,” tutur Mohammad Idris, beberapa waktu lalu.

Dirinya mengatakan, Kiai Hasan berpesan kepada Mohammad Idris agar tetap menjaga jati diri dan karakter sebagai santri dimanapun berada. “Mudah-mudahan itu suatu isyarat sebagai restu, ketentuannya nanti saya akan ke sana lagi,” ucapnya.

Kini Mohammad Idris pun bisa bernapas lega lantaran telah mendapat restu dari Kiai Hasan, sang guru di Ponpes Darussalam Gontor. Mohammad Idris juga menyampaikan terima kasih kepada masyarakat dan komunitas yang memintanya maju kembali di Pilkada 2020.

“Saya masih menunggu survei, hasil survei nanti di akhir tahun ini, semoga positif,” katanya.

Namun yang lebih penting, sambung Mohammad Idris, ia saat ini masih tetap fokus di pemerintahan. Sebab, masih banyak pekerjaan yang harus diselesaikan.

“Ada PR yang harus saya selesaikan luar biasa untuk tahun ini, khususnya yang terkait dengan taman kota dan kios,” jelasnya.

Sementara itu, Pengasuh Ponpes Darussalam Gontor, KH Hasan Abdullah Sahal menanggapi dengan bijak atas restunya kepada Mohammad Idris. Menurutnya, pemimpin itu harus menegakkan yang benar dan bukan membenarkan yang salah.

“Jadi pemimpin bukan membolehkan sesuatu yang sebetulnya tidak boleh. Namun membenarkan yang benar, bukan membenarkan yang salah,” terangnya.

Kiai Hasan menambahkan, saat ini kondisi negara sedang tak menentu. Karena itu, ia mengingatkan agar semua pihak membantu memperbaiki situasi ini.

“Maka kita berbuat itu untuk menegakkan sesuatu yang benar” pesan Kiai Hasan.

Dia kembali berpesan agar memiliki niat yang baik dalam melakukan segala sesuatu dalam kehidupan. Karena itu, dalam berbuat sesuatu harus mempunyai niat. Jangan sampai tidak punya niat. Insya Allah yang dikhawatirkan tidak terjadi, jalan saja,” tutupnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *